




![]() Entah apa yang merasuki Simon Medo ini. Ia seorang polisi. Pangkat Bripda dan bertugas di Kepolisian Resort Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Selasa siang, 23 Agustus 2011, Simon tugas piket. Selepas jaga ia kembali ke pos. Meminta senjata api jenis C2. Dengan senjata itu dia menembak mulutnya sendiri. Astaga! Peluru melesat menembus batok kepala. Simon "tamat" dalam usia yang terbilang muda,23 tahun. Warga kota dingin Ruteng, ibukota Manggarai, pun terkejut dengan cara Simon menyudahi hidupnya.
Kepala Bidang Humas, Polda Nusa Tenggara Timur, Komisaris Polisi Antonia Pah, menuturkan bahwa senjata yang dipakai Simon itu adalah senjata yang biasa dipakai petugas saat memantau keamanan di wilayah Manggarai. "Ternyata senjata tersebut digunakan untuk membunuh diri,” ujar Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Komisaris Polisi Antonia Pah, Rabu 24 Agustus 2011. Bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri, merupakan kejadian yang kedua dalam empat bulan terakhir. Sebelumnya, anggota Brimob Kompi C Ruteng, Brigadir Satu Edwin Leihu, 23, juga tewas dengan menembak bagian belakang kepalanya. Edwin menembak kepala sendiri akibat bertengkar dengan pacar |
||
| Share on Facebook | ||
Berita terkait
|
||
| Berikan komentar anda pada artikel ini. melalui form dibawah ini
|